Kesalahan yang Harus Dihindari setelah Operasi

Paska operasi, dokter menganjurkan para pasien mereka untuk mendengarkan saran dan mengerjakan apa yang dia sarankan. Hal tersebut sangat penting sekali untuk membuat pasien cepat sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti biasanya. Sayangnya, beberapa pasien tidak mau mendengarkan apa yang diminta oleh dokter sehingga mereka pun melakukan tindakan-tindakan yang terbilang konyol yang membuat kondisi kesehatan mereka kembali drop dan harus dirawat dalam waktu yang lama di rumah sakit. Btw, jika Anda baru saja dioperasi dan melewati masa kritis, patut kiranya untuk bersyukur kepada sang pencipta karena masih diberikan kesempatan untuk terus hidup. Lalu, sangat dianjurkan untuk mendengarkan dan menjalankan apa yang diminta dokter, jangan keras kepala dan melakukan kesalahan seperti disebutkan di bawah ini jika tak ingin terus terbaring di rumah sakit:

Banyak bergerak

Apabila operasi yang dilakukan adalah operasi kecil di bagian jari tangan atau kaki, melakukan gerakan yang tidak memberikan tekanan pada bagian yang dioperasi tidak akan menjadi masalah serius. Namun, jika baru selesai melakukan operasi besar, seperti operasi syaraf terjepit, kanker otak, usus buntu, dan lain sebagainya, banyak bergerak sangat tidak disarankan apapun alasannya. Pasien setidaknya harus beristirahat total selama dua minggu lebih sampai luka bekas operasi dan rasa sakit benar-benar hilang. Apabila mereka memaksa untuk banyak melakukan gerakan, ada banyak hal buruk yang kemungkinan besar bisa terjadi. Pertama, bekas jahitan bisa saja lepas dan luka kembali robek. Kedua, pasien bisa saja mengalami pendarahan. Ketiga, proses penyembuhan paska operasi akan berjalan lama. Untuk itu, jika dokter mengatakan tidak boleh banyak bergerak walaupun itu hanya menoleh ke kiri atau kanan, sebaiknya dilakukan guna mempercepat proses penyembuhan.

Malas makan dan minum obat

Nafsu makan memang akan menurun drastis ketika sedang sakit, apalagi setelah dioperasi. Meskipun demikian, ini bukan berarti bahwa pasien harus malas makan. Asupan gizi dan nutrisi mereka harus tercukupi setiap harinya, setidaknya setengahnya guna penyembuhan paska operasi. Sayangnya, sebagian besar pasien malas makan entah karena merasa tidak enak atau karena memikirkan hal lainnya. Jika Anda juga demikian, sebaiknya stop melakukan hal tersebut. Jika Anda merasa tidak nafsu makan, beli makanan favorit atau yang diinginkan. Pastikan pula untuk makan nasi walaupun hanya beberapa suap saja dalam sehari. Dengan demikian, kondisi tubuh akan kian membaik setiap harinya.

Setelah pulang ke rumah dan tidak diinfus lagi, pasien juga diharapkan untuk rajin minum obat yang sudah diberikan dokter. Ini adalah suatu keharusan guna memulihkan kondisi tubuh dan menyembuhkan luka operasi. Masalahnya adalah sejumlah pasien tidak mau melakukan hal ini karena mereka merasa malas atau sungkan jika harus minum obat lagi. Jika Anda sama seperti mereka, jangan egois, pikirkan keluarga Anda yang sudah rela menjaga dan merawat Anda selama sakit. Jika Anda tak kunjung sembuh, mereka yang akan repot dan Anda tidak bisa melakukan rutinitas seperti biasanya. Oleh karena itu, minum obat secara teratur dan sesuai aturan pakai.

Suka marah-marah

Kebanyakan pasien suka berbicara tidak jelas, berhalusinasi, atau bahkan marah-marah paska operasi. Mereka punya banyak keinginan dan tidak mau mendengarkan keluarga mereka. Ujung-ujungnya mereka akan marah-marah karena keinginan mereka tidak terpenuhi. Kebanyakan pasien yang melakukan hal ini adalah pasien yang sudah lansia. Seperti yang kebanyakan orang bilang bahwa ketika umur sudah lanjut usia, prilakunya seperti anak kecil yang ingin banyak mendapatkan perhatian dan ingin orang-orang di sekitar mereka menuruti apa yang diinginkan. Jika tidak, mereka akan marah-marah dan menggerutu. Padahal marah-marah dapat meningkatkan kadar stres dan beban pikiran. Alhasil, kondisi kesehatan akan sulit membaik.